Jumat, 20 April 2012

Meningkatkan Minat Baca di Kalangan Siswa


PDFPrintE-mail
Pendidikan dan pengetahuan
Membaca adalah Suatu kebutuhan manusia yang sama pentingnya seperti kebutuhan sandang, pangan, papan., dan seperti kebutuhan lain yang harus dipenuhi setiap hari.

Bagaimana seandainya tanpa pendidikan dan pengetahuan ?
Maju mundurnya suatu bangsa adalah bagaimana anak bangsa itu mau belajar atau tidak , jika anak bangsa tidak mau belajar dan membaca, dan guru tidak mau membelajarkan dan tidak mau membangun pengetahuan terhadap siswanya, maka akan terjadi korban penjajahan kebodohan dari dirinya sendiri, krangnya kemampuan berinteraksi secara seimbang dengan sesame dan lingkungannya, serta terjadi penindasan bagi yang lemah dan tidak mau belajar dan membaca.

Memberdayakan Sumber Pendidikan
Sumber pendidikan sebenarnya dimulai dari hal yang paling sederhana tetapi pokok , yaitu sumber pendidikan dalam keluarga.Dari pendidikan keluarga berkembang menjadi pendidikan yang ada di sekolah, dari sekolah para guru professional yang menjadi andalan untuk membentuk siswa yang berkarakter baik serta cerdas dan kompetitif serta berakhlak mulia.
Tak kalah pentingnya sumber pendidikan adalah berasal dari teman bermainnya dan dari kawan dekatnya.Ada juga keberhasilan siswa yang mendapat perhatian dan bantuan dari orang tua kawan bermainnya sampai ia menjadi seorang dokter, insinyur dan lain-lain, ini karena si anak pandai bergaul dan pintar serta memiliki minat baca yang tinggi.
Masyarakat memberi andil yang besar dalam membangun anak bangsa yang memiliki minat baca yang tinggi,antara lain dengan memberikan pengawasan terhadap waktu-waktu belajar siswa, mendampingi putra-putrinya menonton TV dan para orang tua juga harus member porsi kepadanya untuk berekreasi, karena rekreasi adalah sebagai bagian dari sumber pendidikan, disana para siswa bisa membaca alam semesta yang penuh dengan pembelajaran.

Perpustakaan dan Taman Bacaan.
Bentuk perpustakaan bisa bermacam-macam seperti perpustakaan : Negara, Kantor lembaga / instansi ,Umum , Sekolah, Masyarakat, Keliling ,Desa ,Rumah / pribadi .

Kelemahan dalam perpustakaan
Dalam perpustakaan banyak kelemahannya dan perlu diperhatikan bagi pengelolanya seperti : Lemari sering dalam keadaan terkunci , Jumlah dan jenis buku minim, Penampilan perpustakaan kurang menarik , Penempatan buku kurang menarik , Lokasi perpustakaan sulit dijangkau , Petugas perpustakaan berwajah angker , dan ini semua harus di kelola dan diperdayakan agar perpustakaan menggairahkan.

Menggairakan Minat Baca
Untuk menggairahkan minat baca perlu diciptakan berbagai cara antara lain:
Menciptakan kebiasaan membaca. Mendirikan sudut-sudut baca didalam rumah sendiri, Mudah diakses oleh seluruh anggota keluarga sehingga menjadi suatu kebutuhan, Mendirikan taman bacaan anak / taman bacaan masyarakat bebas biaya atau biaya murah.

Apa yang akan dibaca?

Semua tulisan adalah bacaan, Berupa : koran, makalah, majalah, brosur, pamflet, diktat, informasi di rekening, informasi dikemasan makanan atau obat-obatan, surat, buku dan lain-lain.

Mengapa membaca?
Bagi yang gemar membaca di dalam bacaan terdapat berbagai informasi dan pengetahuan. Merupakan suatu hiburan, terutama jika kita membaca topik-topik yang kita sukai. Melatih daya kreativitas dan imajinasi untuk berkembang. Secara tidak langsung menambah perbendaharaan kata baik lisan maupun tulisan.Dalam gaya membaca dan waktu membaca disesuaiakan dengan kegiatan atau keadaan.

Bagi para pembaca perlu memperhatikan faktor-faktor penunjang dalam membaca :
  • Saling membacakan secara bergantian dalam suatu kelompok dapat memberikan nuansa berbeda pada materi yang dibacanya, kemudian dilanjutkan dengan membahas inti bacaanya.
  • Mengundang penulis, nara sumber atau tokoh yang berhubungan dengan buku yang dibaca. Sehingga dapat memotivasi untuk juga berkarya tulis.
  • Melakukan kunjungan ke tempat-tempat objek tulisan, sehingga dapat mencocokkan apa yang dilihat dan dibaca.
  • Membiasakan saling memberikan buku sebagai hadiah.
  • Meminjamkan buku satu sama lain
  • Arisan buku
  • Memberikan buku gratis
  • Menyediakan tempat-tempat membaca di rumah
  • Membuat anggaran khusus belanja buku
  • Perpustakaan yang menarik dan lengkap, tata tertib meminjam yang mudah, petugas yang ramah.
  • Pengadaan lomba-lomba membaca dan menulis, menggambar dengan memberikan penghargaan, menjadi pendorong untuk menggairahkan minat baca.
  • Mempagelarkan karya-karya tulis dalam suatu pementasan, seperti yang kami lakukan , dimaksudkan untuk mengembangkan budaya baca melalui seni seperti tari, nyanyi, musik, puisi dan lain-lain.

0 komentar:

Poskan Komentar